Gambar ini milik pribadi
Selamat
malam, untuk pertama kalinya setelah enam tahun yang lalu, aku terbiasa menulis
disini dengan segala cerita masa-masa remaja, akhirnya berdasarkan pertimbangan
ini dan itu, pada hari ini aku akan mulai kembali membiasakan menulis disini
dan membagikan tulisan-tulisanku yang bisa diakses teman-teman.
Enam
tahun yang lalu itu sekitar tahun 2014 dan aku masih duduk di bangku SMA. Dulu
aku sering sekali mampir kemari sampai akhirnya bosan dan mulai kutinggalkan.
Berkunjung hanya untuk mengedit tulisan yang menggelikan atau bahkan
menghapusnya sama sekali. Karena tulisan khas remaja, aku merasa setelah dibaca
lagi ternyata memalukan dan sangat tidak layak untuk di publikasikan.
Sampai
kemudian aku menyesal, tak semestinya aku menghapus tulisan-tulisanku dulu,
seharusnya kubiarkan saja agar sesekali bisa kubaca dan kutertawakan. Maka,
untuk mengganti tulisan masa-masa itu, aku akan memenuhi laman ini dengan tulisan-tulisan
baru yang lebih muram, intim dan dewasa.
Kenapa
memilih tema yang bermuram durja? Karena sejalan dengan tautan blognya
“Sekuntum Bunga Bangkai” aku akan memenuhi laman ini dengan tulisan-tulisanku
yang tragis, dramatis dan tak selalu berakhir bahagia. Entah kenapa, mungkin
karena waktu-waktu ini aku sedang mengalami fase hidup yang berat, getir dan
memilukan. Hal itu pasti berpengaruh pada apa yang aku tulis kemudian.
Tak
apa, asal aku tetap “Tumbuh dan Berkembang” aku akan memanfaatkan kondisi
kejiwaanku yang sedang buruk ini untuk menciptakan karya sebanyak mungkin.
Apalagi pandemi yang tak ada habisnya, turut serta memapahku pada kondisi yang
semakin diambang batas kegamangan.
Alasan
lain kenapa aku ingin kembali memenuhi laman ini dengan tulisan adalah untuk
memaksa dan membiasakan diriku menulis dan terus menulis setiap harinya. Maka,
kedepannya aku akan membuat rubrik tulisan menjadi beberapa sub tema seperti :
#Rehat Sejenak yang nantinya akan banyak diisi dengan
tulisan-tulisan self love, puisi, kutipan atau opini-opiniku yang berhubungan
dengan kegagalan yang tak apa untuk ditertawakan.
#Cerita Pendek tentu adalah fiksi ciptaanku yang mana semua tokoh,
alur cerita, sudut pandang, tempat dan segala macamnya adalah rekayasa namun
sarat akan kritik sosial (semoga saja hehe)
#Tutur Kata sebetulnya aku sedang menantang diriku sendiri untuk
rubrik ini, aku akan mencoba mencipta dongeng sesingkatat mungkin tapi
juga sarat akan makna yang dalam tentang kehidupan dan usaha-usaha yang tak apa-apa
bila menemukan kegagalan
#Malam Minggu karena biasanya malam minggu itu identik dengan
kebahagiaan, aku akan memenuhi rubrik ini justru dengan cerita fiksi horor, aku
juga sedang menantang diriku untuk rubrik ini, sebelumnya tak banyak cerita
fiksiku yang berbau horor hehe. Jadi mari kita coba.
#Review Buku
untuk review buku mungkin bisa saja nanti tulisannya bersambung bab per-bab
karena aku akan mereview buku yang sedang kubaca saat ini juga.
Aku
sudah tidak peduli lagi apakah laman ini akan banyak menarik minat pembaca atau
tidak, karena satu tujuanku adalah untuk membiasakan diri menulis, sebab aku
yakin “Suatu tulisan, pasti memiliki
penggemarnya masing-masing meskipun cuma satu orang, atau bahkan cuma diri kita
sendiri”. Jadi jangan takut! Mari kita belajar bersama-sama.
Mari kita rayakan kembalinya Vivi disini dengan menyeruput secangkir kopi..
Selamat
membaca dan berbahagialah..
Bandung,
3 Juli 2020
23.19
WIB
Ditulis
oleh Vivi Tamia